Minggu, 31 Oktober 2010

Sabtu, 30 Oktober 2010




Jumat, 22 Oktober 2010

Sabtu, 01 Mei 2010


MEMELIHARA BURUNG BERKICAU


Konsultan management peternakan : Raden Ibnu Prasetyo Utomo.

Sangkar

Pada burung berkicau diperlukan tiga macam sangkar, yaitu :
Sangkar untuk memajang burung atau memanaskan burung dalam sangkar yang cukup kecil agar dapat digantung diatap rumah.
Sangkar untuk mandi dan melatih berkicau memerlukan sangkar yang luas dan panjang untuk melatih pernapasan burung dan burung untuk mandi dan membersihkan diri.
Sangkar untuk mengawinkan burung dengan sarang buatan untuk sang betina bertelur dan mengerami telurnya.
Dalam sangkar diberikan tenggeran untuk burung bertengger, tempat makan dan tempat minum.
Disarankan disekitar sangkar diberikan minyak atau kapur agar tidak didatangi semut, seringnya burung mati akibat dikerumuni semut.

Pakan burung

Burung berkicau umumnya jenis omnivore, makanan pokoknya berupa biji-bijian, buah-buahan, sayur, dan serangga.
Pakan buatan bisa juga diberikan dengan takaran tertentu karena dapat menyebabkan fesesnya keras dan susah buang air. Pakan buatan berupa krotovita, bird food OK Super, dan Bird Store Muria.
Pakan tambahan, untuk melengkapi vitamin dan mineral pada burung diberikan vitavit dan growvit.
Minuman burung berupa air matang yang dingin.
Tempat makanan dan minuman burung setiap hari harus dibersihkan dan dicuci bersih agar tidak terinfeksi jamur dan bakteri.

Menjaga kesehatan burung

Penyakit yang sering dialami burung adalah :
Bulu rontok,disebabkan oleh kurang vitamin berikan growvit dan mutu makanan yang banyak mengandung protein hewani harus ditingkatkan, bulu rontok disebabkan cacingan diobati dengan top worm dan air minumnya diberi growvit dan vitavit.
Berak kapur, dengan gejala feces encer berlendir berwarna putih bercampur butiran putih seperti kapur, disebabkan salmonella, diberikan obat yang mengandung sulfatmix.
Radang mata, jauhkan burung dari debu dan pembakaran sampah, diobati dengan salep mata auromiecyn atau kloram penikol, atau teteskan boric acid 2% yang hangat.

Jumat, 30 April 2010



MEMELIHARA HAMSTER

Kandang

Kandang jeruji besi yang berukuran 25x30x40 cm, tidak boleh lebih kecil dari ukuran tersebut, diberikan pula mainan hamster berupa roda putar dari plastic dan mainan kayu untuk mengerat, kotak plastik mandi pasir sebagai wc untuk hamster, serutan kayu dilantai kandang yang diganti setiap 3-4 hari agar hangat dan kering, tempat makan, dan tempat minum yang menetes bila ditekan sendiri oleh hamster agar airnya tidak tumpah disaat hamster bermain, tidak disarankan mengalasi hamster dengan kertas Koran karena hamster hewan mengerat tinta koran dapat meracuni hamster.
Kandang alternative, berupa kandang dari kaca yang dipergunakan pada hamster yang bunting, diatas kandang kaca ditutup kawat kotak-kotak sedang, karena hamster pandai memanjat.

Makanan

Hamster adalah hewan omnivore, makanan yang baik bagi hamster adalah biji-bijian, kacang-kacangan, pellet, buah dan sayur merupakan makanan selingan hanya boleh diberikan 2x seminggu agar hamster tidak mengalami gangguan pencernakan menyebabkan feses berbau dan kandang menjadi basah, beberapa buah : apel, anggur, melon, pisang, beberapa sayuran : wortel, mentimun,ubi merah, tomat, selada, jagung.
Makanan yang dilarang hamster adalah : makanan kelinci karena hamster lebih tinggi memerlukan protein dibandingkan kelinci sehingga dapat mengganggu pencernaannya, juga makanan kelinci mengandung anti-coccidiosis yang berbahaya bagi binatang lainnya kecuali kelinci. Makanan berbumbu, segala jenis jeruk, makanan permen dan coklat.
Membuat makanan sendiri hamster : wortel diparut halus bisa diganti pir atau apel, pisang dilembutkan, madu, tepung, dicampur jadi satu kemudian di oven selama 30 menit, disajikan bersama dengan makanan sehari-hari berupa biji-bijian kering. Salad hamster : tahu, brokoli, biscuit buatan sendiri seperti diatas, karena protein tinggi maka baik untuk hamster yang bunting dan menyusui, untuk anak hamster diberikan setelah berusia 5 hari.

Menjaga kesehatan hamster

Salesma, jangan mendekati hamster bila sedang flu akan menular, berikan susu dan madu pada minuman hamster, tebalkan lapisan serutan kayunya agar hamster lebih merasakan hangat.
Diare, diare bisa disebabkan jamur : disarankan mengganti serutan kayu sesering mungkin agar tidak ditumbuhi jamur, bawa kedokter hewan agar pemberian obat antibiotic (baytril) dan anti jamur (griseofulvin) sesuai aturan, diare disebabkan bakteri (wet tail) : bawa kedokter hewan agar dosis pemberian obat diare (kaopectate) dan anti biotiknya sesuai takaran, suapi hamster dengan pipet karena hamster akan susah makan.
Jamur dan kutu pada kulit hamster, menyemprotkan hamster dengan anti kutu setiap bulannya, menjaga kebersihan kandang, jangan menggunakan serutan kayu dari kayu cedar dan pinus, tambahkan vitamin E setiap dua hari sekali didalam minuman hamster.
Disarankan jangan mengawin silangkan hamster karena akan berakibat hamster akan mudah terserang penyakit diabetes, gagal ginjal, glokoma, kanker, obesitas.

Rabu, 17 Maret 2010



MEMELIHARA KELINCI HIAS

Perkandangan kelinci :

Tempat minum dan makan kelinci anti karat dan zat berwarna yang beracun.
Sarang kotak untuk tempat kelinci beranak berukuran 40x30x30 cm, ada tempat berlubang-lubang dibawahnya agar kering dialasi jerami kering agar hangat.

Bentuk kandang,
Sistem postal dimana kandang luas tanpa sekat bisa bertingkat dengan bahan bambu cukup dapat sinar dimana kelinci tidak dilepas hanya bermain dalam kandang luas tak bersekat.
Sistem ren dimana kelinci disediakan tempat umbaran buatan terbuka tanpa atap menyambung dengan kandang beratap untuk berteduh dan beranak.
Sistem battery bentuk kandang bersekat cukup untuk individu kelinci dipisahkan dengan kelinci yang akan dikawinkan dan yang akan beranak.

Pakan kelinci :

Hijauan, kool, sawi, kangkung, daun turi, daun kacang tanah, kacang panjang, sebagai asupan vitamin B kompleks.
Buah-buahan dan bji-bijian, wortel, kedelai, kacang tanah, jagung kuning, sorghum, sebagai menambah vitamin A dan vitamin C, lemak dan protein.
Rumput kering yang mengandung bunga agar mengandung protein tinggi dari serbuk bunganya.
Mineral dan vitamin D, didapatkan pada tepung ikan, tepung tulang, dan kapur, dapat diolah jadi satu menjadi konsetrat sebagai makanan tambahan dengan ukuaran yang ditentukan agar tidak mengganggu pencernaan menyebabkan susah berak.

Perawatan kesehatan kelinci :

Penjagaan sanitasi kandang, pembersihan kandang dari kotoran kelinci dan sisa makanan harus dibersihkan agar tehidar dari jamur dan kutu.
Siapkan bubuk belerang untuk mencegah kutu pada kulit kelinci, antibiotic injeksi treptomycin, penicillin, dengan dosis yang diberikan dokter hewan, untuk radang mata. Obat Sul-Q-Nox, Noxal, Sulfa Strong, untuk coccidiosis, pneumonia, dengan dosis yang ditentukan dokter hewan.




MERAWAT KUCING KESAYANGAN

Persiapan untuk membawa kucing kedalam rumah :

Makanan kucing, seperti ikan-ikan kecil sebelum disajikan harus dimatang dengan direbus atau digoreng agar kucing tidak menjadi buas, atau sedikit menghilangkan sifat liarnya, atau dapat makanan jadi yang terdapat ditoko hewan.

Minuman kucing, berupa air putih bersih atau bisa ditambahkan susu murni.
Tempat minum dan makanan kucing yang kering dan bersih, diusahakan jangan terbuat dari logam yang mudah berkarat sebab unsur logam berkarat akan merontokkan bulu kucing dan juga racun.

Kandang dari stainless tahan karat untuk tempat tidur kucing bisa di beri alas kain handuk agar hangat.

Kotak berisi pasir, untuk kucing membuang kotoran (berak), dan kencing.

Perlengkapan mandi, setiap pagi kucing harus dimandikan agar bersih dari kotoran, dikeringkan dengan handuk, dibersihkan dengan cotton bath gigi dan kupingnya, dipotong kukunya agar tidak merusak dan mencakar anak kita.

Mainan karet, untuk bermain kucing agar kucing tidak merusak sofa atau keset.
Kucing lain sebagai teman, agar tidak terlalu berkembang banyak dan menambah gemuk pada kucing jantan, kucing bisa dikebiri.

Perawatan kesehatan pada kucing :
Pemberian obat kutu pada bulu kucing yaitu biasanya diberikan pada shampoo kucing, atau bisa dibawa pada dokter hewan.
Setiap 3-6 bulan sekali kucing perlu diberikan obat cacing, yang biasa diberikan dokter hewan pribadi kita.

Vaksinasi, panleucopenia vaksin I 8-10 minggu vaksin II 12-16 minggu diulang setiap 12 bulan sekali, viral rhinotracheitis vaksin I 8-10 minggu vaksin II 12-16 minggu diulang 12 bulan sekali, calicivirus vaksin I 8-10 minggu vaksin kedua 12-16 minggu diulang 12 bulan sekali, chalamydiosis vaksin I 8-10 minggu vaksin II 12-16 minggu diulang 12 bulan sekali, rabies vaksin I 12 minggu vaksin II 64 minggu diulang 12 atau 36 bulan sekali.
PENGGEMUKAN KAMBING DAN SAPI

Penggemukan kambing :

Perkandangan kambing :
Lokasi kandang, usaha membujur dari timur ke barat agar cukup dari sinar matahari, tanami tanaman perdu di sekitar kandang untuk mengminimalkan hembusan angin, ada halaman sisa disekitar kandang tertutup untuk melepas ternak (semi umbaran), parit kecil disekitar kandang tertutup agar dibawah kandang tidak becek dan mengatur kelembaban udara agar ternak tidak mudah sakit.
Ukuran kandang, 1,5 x 10 m untuk maksimal 10 ekor kambing, tinggi lantai 75-100 cm dari tanah, tinggi kandang 70-80 cm, dibawah kandang diberi semen agar mudah dibersihkan.
Bahan kandang, lantai kandang bisa berbahan papan yang tahan air agar tidak lapuk dan berjamur, atau belahan bamboo, lantai kandang diusahakan miring 10 derajat agar kandang tidak tergenang air.
Jenis kandang, kandang individu untuk kandang pejantan dan betina yang tidak bunting, kandang koloni untuk kambing yang bunting atau yang sedang menyusui anaknya.

Pakan kambing :
Pakan hijauan, pakanan terdiri dari rumput hijau dan pakan dari legume, rumput hijau yaitu rumput gajah, rumput benggala, dan turi, legume yaitu lamtoro, kaliandra, kacang-kacangan, dan haredong.
Pakan limbah industri dan pertanian, limbah industri yaitu ampas tahu tempe singkong,bungkil kacang tanah, dedak padi jagung, limbah pertanian yaitu jerami padi, jerami jagung, daun singkong, daun nangka, dan limbah kelapa.

Kadar makanan kambing :
Bahan selain pakan hijauan diberikan 1-2 jam sebelum pakan hijauan, pakan hijauan diberikan 2-3 kali sehari sebanyak 10% dari bobot tubuhnya, 3% dari bobot tubuhnya bahan selain pakan hijauan (limbah industri dan pertanian), air minum sebanyak 3-5 liter sehari dan sedikit garam atau natrium untuk meningkatkan nafsu makan.

Perawatan kesehatan kambing :
Kandang harus dibersikan setiap hari, dan dijaga kekeringannya, 6 bulan sekali disemprot disinfektan agar tidak ada mikroba yang menyebabkan kambing sakit.
Pemberikan obat cacing 2-3 bulan sekali sebanyak albandazole 10-20 mb/kg bb(berat badan kambing), febendazole 10mg/kg bb, valbazen 0,2 -0,25 ml/kg bb, lewat suntikan dovanile 0,1 ml/kg bb.
Pencukuran bulu, pemotongan kuku, dan pemotongan bakalan tanduk, pengeluaran kambing pada area umbaran agar otot-otot kambing kendor dan cukup terkena sinar matahari.

Penggemukan sapi :

Perkandangan sapi :
Lokasi kandang sapi, tidak jauh dari area pertanian agar pada saat usai panen sapi bisa dilepas di sawah yang baru saja dipanen, di daerah yang dataran rendah temperature ideal 23-35 derajat dengan kelembaban udara 75%. Kandang sapi bisa di buat ditengah ladang atau persawahan agar limbah ternak sapi bisa dimanfaatkan untuk pupuk kandang, membujur dari timur ke barat agar cukup sinar matahari.
Ukuran kandang sapi, 1,5-2 m untuk satu ekor sapi dewasa.
Bahan kandang sapi, atap kandang sebaiknya dari genting untuk daerah panas, dan bahan seng untuk daerah dingin,berlantai semen agar mudah dibersikan bisa berlantai tanah tetapi dialasi jerami kering agar hangat, parit kecil disekitar kandang agar kandang tidak becek, usahakan kandang miring 10 derajat kearah parit agar tidak tergenang air.
Jenis kandang sapi, kandang individu ukurannya 2-1,5 m lebih cepat memacu penggemukan sapi, kandang koloni 2 x 2 m untuk sapi dewasa yang disiapkan untuk segera dipotong atau dipasarkan.

Pakan sapi :
Pakan hijauan, hijauan segar (rumput gajah, rumput raja, rumput benggala), kacang-kacangan (daun turi, lamtoro, kaliandra, dan gamal), hijauan kering (jerami padi, jerami jagung, dan jerami kacang tanah), silase melalu permentasi jerami padi, jerami jagung yang ditutup rapat dalam gentong.
Pakan konsentrat, pakan yang mengandung protein tinggi, dedak padi, onggok (ampas singkong), ampas tahu, bungkil kedelai dan kacang, gaplek.
Pakan tambahan, vitamin, urea, CaCo3. Ca3(PO3)2, garam dapur secukupnya menambah selera makan.

Kadar makanan sapi :
Pakan hijauan 5% bb yang basah, 1,5% bb kering, 2-3 kali sehari.
Pakan konsentrat 5% bb basah, 1,5% bb kering, sebelum diberikan hijauan.
Pakan tambahan 1% ransum.
Air minum 70 liter/ekor/hari.

Perawatan kesehatan sapi :
Pemanfaatan kandang karantina, sapi yang bsru dating akan mengalami stress jadi perlu dipisahkan dari sapi yang lainnya, selain itu untuk mencegah penularan penyakit yang dibawa dari tempat asalnya.
Sanitasi kandang, kandang dibersihkan 2-3 kali sehari pada pagi hari agar pada siang hari kandang bisa kering, dan saat sapi dilepas diumbaran kandang bisa dibersihkan atau disemprotkan disinfektan, sapi dalam taraf penggemukan akan banyak menghasilkan kotoran maka setiap saat bisa dibersihkan kotorannya atau kotorannya ditimbun pada tanah diarea terbuka persawahan atau pertanian.
Memandikan sapi, setiap pagi hari sapi dewasa di mandikan sebelum dilepas diarea terbuka agar cukup terkena sinar matahari.
Pemberian obat cacing, setiap 6 bulan diberikan obat cacing untuk menghemat pakan dan mudah penggemukannya, misalnya piperzine, valbazen, dan zanil.
Vaksinasi, dilakukan 3-4 bulan sekali, vaksin antrak, jembrana, SE (ngorok), dan septicaemia epizootica.

Kamis, 04 Maret 2010