Awali Bertenak dengan Hobbi
Apabila kita hendak beternak maka yakinkan pada diri kita bahwa kita menyenangi hewan yang akan kita kembang biakan, yakinkan pula bahwa kita akan menyenangi hewan tersebut sehingga ternak tersebut bukan suatu beban namun sebaliknya membuat kita senang dan rileks.
Sayangilah ternak tersebut seperti anak kecil, membersihkan kotorannya, membersihkan tempat tinggalnya, memberi makanan yang cukup, dan kesehatan yang terjamin.
Kita juga dapat meyakinkan pihak keluarga untuk turut mendukung kesenangan kita atau hobbi kita menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kita juga dapat melatih anak kita menjadi pribadi yang menyayangi makhluk hidup dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, melalui mengikut sertakan anak kita dalam pemeliharaan hewan ternak kita.
Pilihlah hewan ternak yang bersahabat dengan anak kecil dan sedikit menyebabkan alergi.
Kita atur sedemikian rupa letak kandang dan rumah, agar tidak mengganggu aroma kotoran disekeliling rumah atau mengganggu tetangga.
Kita atur pula selokan untuk membuang kotoran ternak, saluran airnya yang mengalir baik, atau buat sumur-sumur di tanah untuk menimbun kotorannya apabila hendak diproses lebih lanjut menjadi pupuk kandang.
Kotoran ternak, dapat dijadikan pupuk kandang agar tidak membuat sekitar kita menjadi berbau busuk, campuran pupuk kandang adalah karbon yang didapatkan dari abu kayu bakar dan serutan gergaji halus, gali tanah tidak terlalu dalam, masukkan campuran bahan-bahan pupuk : kotoran ayam, abu gosok, serutan gergaji, tutupi campuran tadi dengan plastik, biarkan disinari matahari, kalau terlalu kering bisa disiram air, kita biarkan selama satu bulan. Pupuk kandang yang sudah jadi berwarna gelap, dingin, kering, tidak lengket di tangan, tidak menyisakan air pada tangan saat digenggam, dan tidak lagi berbau menyengat atau berbau tanah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar