Selasa, 01 Desember 2009

biosekuriti

Biosekuriti untuk Pencegahan Penyakit

oleh
Ibnu Prasetyo

USAHA UTAMA YG DILAKUKAN DI DALAM MENCEGAH PENYAKIT UNGGAS
  • Usaha biosekuriti, sanitasi dan desinfeksi (menjaga kebersihan)
  • Usaha vaksinasi memberi vaksin pada ternak yang sehat

  • Usaha medikasi pemberian pengobatan pada ternak yang sakit


BIOSEKURITI
Merupakan suatu bentuk perlindungan yang sangat efektif dalam mengurangi jumlah dan konsentrasi mikroorganisme infeksius dalam suatu lingkungan peternakan.
Secara sederhana diterjemahkan menjadi suatu tindakan untuk tidak membawa bibit penyakit ke ternak ataupun membawa ternak ke bibit penyakit.

BIOSEKURITI
Tindakan karantina/isolasi harus diberlakukan terhadap peternakan yang tertular.
Pembatasan orang, peralatan dan kendaraan yang keluar masuk areal peternakan.
Kendaraan pengangkut harus didesinfeksi sebelum dan pada saat keluar areal peternakan.
Para pekerja harus dalam keadaan sehat apabila memasuki areal peternakan.
Para pekerja dan orang lain yang masuk kandang harus menggunakan pakaian pelindung sesuai standar (dilengkapi sarung tangan, masker, tutup kepala, sepatu boot).
Para pekerja harus melakukan desinfeksi dirinya sendiri sebelum dan sesudah bekerja di peternakan.

DESINFEKSI DAN SANITASI
Kegiatan desinfeksi atau sanitasi adalah salah satu dari aspek biosekuriti.
Merupakan usaha untuk membunuh mikroorganisme yg terdapat pada berbagai media.
Diperlukan obat suci hama (desinfektan).
Disamping itu diperlukan usaha tata laksana peternakan yang baik.


DESINFEKSI DAN SANITASI
Mikrorganisme tidak dapat dimatikan secara langsung, tetapi membutuhkan waktu.
Mikroorganisme dikatakan mati jika mereka tidak mampu mereproduksi dalam kondisi yang normal.
DESINFEKSI DAN SANITASI
Proses inaktivasi meliputi perusakan :
  • Protein (protein structural; enzyme; protein transporter)
  • Lipid (lipid membrane dan lipid lainnya)
  • Material genetik (DNA atau RNA, mRNA, tRNA dan lain lain).

USAHA SANITASI
  • Sanitasi terhadap lingkungan
  • Sanitasi terhadap kandang
  • Sanitasi terhadap alat-alat kandang
  • Sanitasi terhadap pekerja-pekerja kandang

Sanitasi Pada Kandang Kosong
Kotoran/litter dikeluarkan dari kandang
Cuci kandang dan peralatannya dengan deterjen.
Desinfeksi kandang dan peralatannya yg sudah bersih dengan formalin.
Kapur dinding dan lantai kandang
Masukkan peralatan ke dalam kandang dan desinfeksi dgn zat aktif non formalin
Tutup dan kunci kandang, istirahatkan selama ± 2 minggu
Desinfeksi kandang dan peralatannya dengan formalin 2 hari sebelum chick-in.

Manfaat Sanitasi
Sanitasi jelek menyebabkan amonia tinggi
Menyebabkan amonia burn (terbakar amonia) yaitu keratokonjunctivitis (keradangan pada mata yg ditandai oleh edema / bengkak dan hyperemia / kemerahan pada mata)
  • Level amonia normal 25 ppm (part per million)
  • Level amonia 75-100 ppm menyebabkan kerusakan epitel saluran respirasi
  • Level amonia 100 ppm menyebabkan ulserasi/pelubangan pd kornea mata yg dpt menyebabkan kebutaan.

VAKSIN
Vaksin adalah sediaan biologis yang mengandung suatu antigen tertentu yang apabila diberikan kepada manusia/hewan akan menimbulkan kekebalan (respon imun) terhadap suatu penyakit tertentu.
Macam vaksin:
  1. Vaksin aktif (bibit penyakit yang dilemahkan)
  2. Vaksin inaktif (bibit penyakit yang dimatikan)

Vaksin aktif (hidup, live)
Aplikasi : individual (tetes mata, hidung, mulut, celup paruh, suntik) atau secara masal (air minum, spray, aerosol)
Harga relatif murah, aplikasi mudah dan dapat diberikan secara masal,perlindungan dapat dicapai dlm beberapa hari setelah pemberian vaksin

Vaksin inaktif (vaksin mati, killed)
Aplikasi : suntikan secara intra muskular atau secara subkutan.
Dapat menstimulasi pembentukasn antibodi dengan titer tinggi selama periode yang panjang.
Biaya produksi mahal, biaya aplikasi mahal karena harus diberikan secara individual.

PENULARAN PENYAKIT UNGGAS
  1. Secara vertikal: Penularan penyakit dari induk ke DOC (dari breeder ke plasma, atau dari inti ke plasma)
  2. Secara horizontal: Penularan penyakit dari ayam sakit ke ayam sehat ( dari peternakan ke peternakan lain, dari flock ke flock lain dalam satu peternakan)
PROSES PENULARAN PENYAKIT
  1. Penularan via kontak langsung dgn ayam
  2. Penularan via pekerja
  3. Penularan via peralatan, pakan & air minum
  4. Penularan via udara
  5. Penularan via alat transportasi
  6. Penularan via unggas liar/ hewan liar
  7. Penularan via produk yang dihasilkan (daging, telur dan DOC)

KEBIJAKAN DALAM PENANGANAN PENY. ZOONOSIS (AVIAN INFLUENZA)
Strategi yang ditempuh adalah:
  1. VAKSINASI
  2. DEPOPULASI (pemusnahan terbatas)
  • VAKSINASI massal pada seluruh populasi unggas yang sehat dengan operasionalisasi selama 6 bulan & selanjutnya vaksinasi rutin
  • DEPOPULASI pada seluruh peternakan tertular dengan pemusnahan seluruh unggas sehat yang sekandang dengan unggas sakit
9 Strategi Penanggulangan penyakit zoonosis
  1. Peningkatan biosekuriti
  2. Vaksinasi
  3. Depopulasi (pemusnahan terbatas) di daerah tertular
  4. Pengendalian lalu lintas unggas, produk unggas dan limbah peternakan unggas
  5. Surveilans dan penelusuran (tracing back)
  6. Pengisian kandang kembali (restocking)
  7. Stamping-out (pemusnahan menyeluruh) di daerah tertular baru
  8. Peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness)
  9. Monitoring dan evaluasi

PROSEDUR YANG HARUS DIIKUTI SETIAP PETERNAK
  • Dilarang mengeluarkan unggas sehat yang sekandang dengan yang sakit keluar dari peternakan, akan tetapi harus dimusnahkan
  • Dilarang mengeluarkan kotoran unggas atau limbah peternakan
  • Peningkatan BIOSEKURITI termasuk mengawasi setiap lalu lintas barang, peralatan, pakan, orang dari dan keluar peternakan
  • Harus melakukan prosedur DEKONTAMINASI apabila peternakan sudah tertular untuk menghilangkan kontak antara unggas tertular dengan seluruh media yang bisa tercemar oleh virus

Selasa, 03 November 2009



Beternak Hewan Peliharaan Dari Hobbi Menjadi Bisnis
Sebagai konsulatan peternakan : Raden Ibnu Prasetya Utomo


Apabila hewan peliharaan kita telah berkembang baik dan terawat, kita dapat memanfaatkan menjadi bisnis kecil-kecilan untuk bisnis keluarga, dan seumpama terus berkembang kita dapat membuka bisnis baru, misalnya menjual dagingnya, menjual telurnya, menjual kulitnya dan lain-lain. Membuka kemungkinan membuka bisnis penunjang lainnya misalnya membuka rumah makan dari daging yang di pasok dari peternakan kita sendiri.


Dengan semakin berkembangnya peternakan kita maka perlu lahan khusus dalam pemeliharaannya. Boleh kita mencari lahan yang tidak terlalu luas namun dapat mengembangkan peternakan kita.


Usahakan lahan tetap terjaga kebersihannya, misalnya kandang yang bersih dengan parit kecil yang cukup kedalamannya yang mengelilingi kandang, lahan lebih untuk teknik umbaran atau melepas hewan peliharaan di tanah di lahan terbuka diluar kandang tertutup, rumput jepang yang lebat dan rata di lahan umbaran, sekeliling lahan umbaran dan kandang tertutup, di pagar dengan kawat halus mencegah hewan lepas dan mengganggu lingkungan sekitarnya, gunakan batuan kali yang biasa dipergunakan taman sebagai batuan hias disekitar parit untuk membantu peresapan air.


Kandang tertutup sekedar tempat untuk menghindari dari hujan dan tempat untuk berkembang biak.

Desain Kandang Sesuai Kebutuhan dan Keadaan Lingkungan Sekitar


Yang tak kalah penting dalam beternak adalah posisi kandang dan bentuk kandang. Sebaiknya kita membangun kandang ayam agak jauh dari rumah hunian kita, namun tetap mudah kita awasi dan kita kontrol setiap hari.


Apabila kita memilih kandang panggung maka kita harus membangun saluran pembuangannya selancar mungkin dan disekeliling kandang ada saluran atau parit kecil yang cukup dalam.


Apabila kita memilih kandang yang rendah maka lantai dibawah kandang tetap tanah agar meresapan kotorannya sangat mudah namun tetap dibuat parit yang dalam agar tidak terjadi genangan di atas tanah.


Setiap hari kita harus membersihkan kandang dengan air yang mengalir menggunaka selang panjang, jangan lupa semprotkan disinfektan atau pemutih yang diencerkan.


Pencahayaan matahari yang baik agar kandang tidak lembab dan basah, sehingga hewan ternak kita tidak mudah sakit.


Buat kandang khusus untuk hewan yang akan bertelur atau beranak, dan kandang khusus untuk anak-anak hewan yang masih kecil agar induk hewan dapat berinteraksi sebaik mungkin dengan anak-anaknya.


Perlakukan hewan ternak kita sebaik mungkin, sebab mereka juga makhluk hidup yang diciptakan tuhan agar bermanfaat untuk manusia.

Pemilihan Pakan Ternak


Pemilihan pakan ternak seharusnya tidak menyusahkan kita sebagai pemula beternak yang diawali dari suatu hobbi, maka sebelum beternak kita bicarakan sebaik-baiknya oleh pihak keluarga. Pakan ternak seharusnya dapat ditemukan setidak-tidaknya di supermarket atau pasar rakyat tempat kita berbelanja sehari-hari, atau kita bertanya pada saat pembelian hewan ternak makanan apa yang termudah tapi tetap membuat ternak berkembang baik dan sehat.


Misalnya apabila kita ingin beternak ayam kampung maka kita dapat membeli jagung halus atau biasa di pasar rakyat disebut jagung beras, bisa sedikit dicampurkan dedak dan pelet, makanan diatas membuat kotoran ayam padat tidak basah dan mudah dibersihkan.


Misalnya kita beternak kelinci maka kita bisa memberinya sayuran seperti sawi hijau, wortel, dan sedikit pelet sesuai aturan, bahan tersebut juga mudah didapat di pasar rakyat dan super market.


Jangan lupa kita harus menambahkan vitamin setiap minggu dalam minumannya atau vaksin untuk mencegah hewan peliharaan kita sakit.


Awali Bertenak dengan Hobbi




Apabila kita hendak beternak maka yakinkan pada diri kita bahwa kita menyenangi hewan yang akan kita kembang biakan, yakinkan pula bahwa kita akan menyenangi hewan tersebut sehingga ternak tersebut bukan suatu beban namun sebaliknya membuat kita senang dan rileks.


Sayangilah ternak tersebut seperti anak kecil, membersihkan kotorannya, membersihkan tempat tinggalnya, memberi makanan yang cukup, dan kesehatan yang terjamin.


Kita juga dapat meyakinkan pihak keluarga untuk turut mendukung kesenangan kita atau hobbi kita menjadi sesuatu yang bermanfaat.


Kita juga dapat melatih anak kita menjadi pribadi yang menyayangi makhluk hidup dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, melalui mengikut sertakan anak kita dalam pemeliharaan hewan ternak kita.


Pilihlah hewan ternak yang bersahabat dengan anak kecil dan sedikit menyebabkan alergi.


Kita atur sedemikian rupa letak kandang dan rumah, agar tidak mengganggu aroma kotoran disekeliling rumah atau mengganggu tetangga.


Kita atur pula selokan untuk membuang kotoran ternak, saluran airnya yang mengalir baik, atau buat sumur-sumur di tanah untuk menimbun kotorannya apabila hendak diproses lebih lanjut menjadi pupuk kandang.
Kotoran ternak, dapat dijadikan pupuk kandang agar tidak membuat sekitar kita menjadi berbau busuk, campuran pupuk kandang adalah karbon yang didapatkan dari abu kayu bakar dan serutan gergaji halus, gali tanah tidak terlalu dalam, masukkan campuran bahan-bahan pupuk : kotoran ayam, abu gosok, serutan gergaji, tutupi campuran tadi dengan plastik, biarkan disinari matahari, kalau terlalu kering bisa disiram air, kita biarkan selama satu bulan. Pupuk kandang yang sudah jadi berwarna gelap, dingin, kering, tidak lengket di tangan, tidak menyisakan air pada tangan saat digenggam, dan tidak lagi berbau menyengat atau berbau tanah.