Sabtu, 01 Mei 2010


MEMELIHARA BURUNG BERKICAU


Konsultan management peternakan : Raden Ibnu Prasetyo Utomo.

Sangkar

Pada burung berkicau diperlukan tiga macam sangkar, yaitu :
Sangkar untuk memajang burung atau memanaskan burung dalam sangkar yang cukup kecil agar dapat digantung diatap rumah.
Sangkar untuk mandi dan melatih berkicau memerlukan sangkar yang luas dan panjang untuk melatih pernapasan burung dan burung untuk mandi dan membersihkan diri.
Sangkar untuk mengawinkan burung dengan sarang buatan untuk sang betina bertelur dan mengerami telurnya.
Dalam sangkar diberikan tenggeran untuk burung bertengger, tempat makan dan tempat minum.
Disarankan disekitar sangkar diberikan minyak atau kapur agar tidak didatangi semut, seringnya burung mati akibat dikerumuni semut.

Pakan burung

Burung berkicau umumnya jenis omnivore, makanan pokoknya berupa biji-bijian, buah-buahan, sayur, dan serangga.
Pakan buatan bisa juga diberikan dengan takaran tertentu karena dapat menyebabkan fesesnya keras dan susah buang air. Pakan buatan berupa krotovita, bird food OK Super, dan Bird Store Muria.
Pakan tambahan, untuk melengkapi vitamin dan mineral pada burung diberikan vitavit dan growvit.
Minuman burung berupa air matang yang dingin.
Tempat makanan dan minuman burung setiap hari harus dibersihkan dan dicuci bersih agar tidak terinfeksi jamur dan bakteri.

Menjaga kesehatan burung

Penyakit yang sering dialami burung adalah :
Bulu rontok,disebabkan oleh kurang vitamin berikan growvit dan mutu makanan yang banyak mengandung protein hewani harus ditingkatkan, bulu rontok disebabkan cacingan diobati dengan top worm dan air minumnya diberi growvit dan vitavit.
Berak kapur, dengan gejala feces encer berlendir berwarna putih bercampur butiran putih seperti kapur, disebabkan salmonella, diberikan obat yang mengandung sulfatmix.
Radang mata, jauhkan burung dari debu dan pembakaran sampah, diobati dengan salep mata auromiecyn atau kloram penikol, atau teteskan boric acid 2% yang hangat.